Langsung ke konten utama

Pisau Tumpul

Dunia pendidikan modern kita diajarkan dengan metode pendekatan empiris-materialis. berpikir linier, melihat sesuatu dari satu sisi. sehingga cenderung dengan pengambilan kesimpulan sekali olah. kalau tidak mau menyebutnya tergesa-gesa.

bukannya tidak baik. seseorang pada taraf ahli cukup sekali mendiagnosa utk mengetahui fenomena apa yang menjadi objeknya. sebut saja spesialis, kiai/ulama, dukun atau pawang, dsb..

kecuali itu, di zaman ini kita kadung tertimbun output-output dari hasil pemikiran macam itu. diterima oleh pembaca yang seperti itu pula. maka muncul istilah hoax dsb-nya itu. 

soal identitas misalnya. kapankah pada seseorang itu melekat padanya status/jabatan tertentu, dan kapankah status/jabatan itu tidak berlaku? 

sebab, kalau setiap ada kekeliruan yang pada saat itu ia statusnya sebagai pejabat tapi lantas berdalih sebatas individu, bisa ambyarrr bangsa dan negara. dengan memperjelas status, waktu dan ruang ketika seseorang itu tampil maka diketahui relevansi antara alasan dan konsekuensinya.

---

mungkin kita terbiasa mengacu pada 'waktu' nya. durasi status/jabatan tersebut (gara-gara sering disuguhi berita politik misalnya). padahal disitu juga ada dimensi ruang. kira-kira begini, okelah seseorang itu pejabat publik, tapi apakah 1x24 jam itu ia adalah hanya sebagai pejabat publik. maksudnya, apakah ketika ia belanja di warung, bukankah ia lantas menjadi customer? atau, ketika di rumah statusnya tidak menjadi anggota keluarga? entah itu bapak, ibu, anak, dsb. ketika ia di rumah ibadah bukankah otomatis statusnya adalah hamba Tuhan. apapun agamanya.

sehingga kebingungan yang terjadi misalnya ketika ada seorang pejabat publik yang tampil atau berstatement tentang sesuatu. apakah pada saat itu ia tampil sebagai pejabat publik atau sebatas personal individunya. ketika ia "turun ke jalan", yang sifatnya sosial, apakah kapasitasnya sebagai pejabat publik itu ataukah hanya individu pribadinya. 

begitu juga ketika berstatement. sebab implikasinya akan berbeda pula. dan hanya dengan ketepatan memandang persoalan itu barulah kita bisa jelas menyimpulkan apakah fenomena itu akan menjadi berita yang seperti apa. sebelum diberi judul oleh redaktur tentunya.

kiranya itulah upaya yang bisa kita lakukan untuk membentengi diri. sebagai masker pikiran dari wabah hoax disekitar kita.

~ Wallahu'alam Bhissowab ~

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Miskin itu Musibah Atau Anugrah

Kemiskinan adalah salah satu masalah sosial yang  disebabkan oleh faktor ekonomi. Dengan tingginya garis kemiskinan yang berada di Indonesia menunjukkan Indonesia masih menjadi negara berkembang. Pemerintah masih berupaya untuk melepaskan belenggu kemiskinan dengan berbagai cara apapun. Akan tetapi pada kenyataannya masih tidak dapat mengentaskan kemiskinan itu sendiri. Kategori miskin menurut artikel jurnal Penyelenggaraan Pengukuran Kemiskinan di Badan Pusat Statistik (2018) karya Ahmadriswan Nasution adalah ketidakmampuan untuk memenuhi standar minimum kebutuhan dasar yang meliputi kebutuhan makanan maupun non-makanan. Ya, sebut saja seseorang yang tidak mampu mencukupi kebutuhan primer mereka. kita sebut dalam bahasa yang sudah menjadi trend pemerintahan adalah orang yang tidak mampu, sehingga mereka mendapatkan kompensasi dari pemerintah akibat ketidakmampuan mereka. Dalam pandangan Islam sendiri orang yang tidak mampu dibagi menjadi 2 kategori yaitu Faqir dan Miskin. Faqir ...

Apa Itu Isra Wal Mi'raj

Hari ini adalah yang istimewa bagi umat muslim & muslimah di seluruh dunia tepat pada tanggal 27 Rajab di mulainya perjalanan Nabi Muhammad Saw. Menembus langit sampai pada lapis atau tingkatan ke -7 dan bertemu kepada Tuannya sang Pemilik Alam Semesta untuk mendapatkan perintah yang paling penting dan di rasa mampu untuk umat Rasulullah di dunia dalam perjalan beliau Nabi Muhammad Saw. Tentulah tidak lancar begitu saja ada saja yang membuat Rasulullah naik serta turun kembali sampai mendapat intisari dari perjalanan Isra' Wal Mi'raj yaitu "Sholat". Jika kita merasionalkan Isra' Wal Mi'raj tentulah kita bukan pada level tingkatan itu bahkan tidak bisa kita rasionalkan. Manusia mana yang bisa menembus langit ke - 7 pada zaman itu, yang teknologi pada waktu itu belum secanggih sekarang, dan kenapa beliau nabi Muhammad Saw bisa menembus langit ke -7. Itu menjadi rahasia Allah dan Rasulullah karna Rasulullah adalah kekasih Allah manusia pilihan, ma...

UP TREND & DOWNTREND

Apa yang menjadi Up trend & Down trend ? Yah, semenjak memasuki era covid-19 ekonomi masyarakat Indonesia mulai melemah dan bisa dianggap lemah dibuktikan dengan daya beli masyarakat yang mulai menurun. adapun dalam analisa saya hanya mengulas pada 3 faktor yang menjadi trend melemahnya daya beli masyarakat yang ke 1.Kebijakan pemerintah Lockdown. Lockdown sendiri dari segi bahasa merupakan karantina wilayah adapun secara istilah adalah penerapan karantina terhadap suatu daerah atau wilayah tertentu dalam rangka mencegah perpindahan orang, baik masuk maupun keluar wilayah tersebut, untuk tujuan tertentu yang mendesak (Wikipedia). Sebuah kebijakan yang mempunyai impact besar terhadap ekonomi masyarakat pada wilayah yang mendapat kebijakan lockdown. masyarakat yang belum siap dalam keadaan ekonominya menerima kebijakan pemerintah akan collaps ( jatuh ) dalam ekonomi. 2. Fobia Masyarakat. Kata phobia dalam bahasa kedokteran adalah suatu penyakit gangguan kecemasan. Ada...