Langsung ke konten utama

UP TREND & DOWNTREND

Apa yang menjadi Up trend & Down trend ?

Yah, semenjak memasuki era covid-19 ekonomi masyarakat Indonesia mulai melemah dan bisa dianggap lemah dibuktikan dengan daya beli masyarakat yang mulai menurun. adapun dalam analisa saya hanya mengulas pada 3 faktor yang menjadi trend melemahnya daya beli masyarakat yang ke

1.Kebijakan pemerintah Lockdown. Lockdown sendiri dari segi bahasa merupakan karantina wilayah adapun secara istilah adalah penerapan karantina terhadap suatu daerah atau wilayah tertentu dalam rangka mencegah perpindahan orang, baik masuk maupun keluar wilayah tersebut, untuk tujuan tertentu yang mendesak (Wikipedia). Sebuah kebijakan yang mempunyai impact besar terhadap ekonomi masyarakat pada wilayah yang mendapat kebijakan lockdown. masyarakat yang belum siap dalam keadaan ekonominya menerima kebijakan pemerintah akan collaps (jatuh) dalam ekonomi.

2. Fobia Masyarakat. Kata phobia dalam bahasa kedokteran adalah suatu penyakit gangguan kecemasan. Adapun dalam arti istilah Fobia merupakan rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena (Wikipedia). Awal masyarakat mendengar dan mengetahui virus covid-19 pada bulan Januari - Februari 2020 masih terbilang belum terlalu panic dan apa yang menjadi masyarakat begitu panic yang berakibat pada Fobia. Adanya kebijakan Lockdown dari pemerintah dan media yang selalu membesar-besarkan sehingga masyarakat tergiring opininya kedalamnya. Media saat ini merupakan salah satu sumber berita yang dianggap masyarakat kredibel tanpa memperhatikan asal-usul berita tersebut tentunya masyarakat Indonesia yang mempunyai cara berfikir praktis langsung saja mengikuti trend apa yang media sebarkan pada saat itu.

3. Adapun yang ketiga adalah Survive. Survive dalam bahasa mempunyai arti bertahan hidup dalam istilah kemampuan seseorang untuk bertahan hidup dalam keadaan yang kurang menguntungkan di sekelilingnya. Merupakan hal yang wajar / manusiawi ketika seseorang akan bertahan melihat situasi yang kurang menguntungkan bagi dirinya. Kebetuhan manusia yang terbagi menjadi kebutuhan primer, sekunder dan tersier dalam kehidupan sosial pasti akan menemukan mereka yang sudah terpenuhi dalam 3 kebutuhan atau 2 kebutuhan dan 1 kebutuhan yaitu primer. Untuk bisa survive dalam masa pandemi covid-19  sebagian besar masyarakat mau tidak mau akan memangkas kebutuhan sekunder dan tersier, dan menjadi prioritas adalah kebutuhan primer mereka akhirnya memberikan impact  pada daya beli masyarakat yang turun.

~ Wallahualam bishowab ~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Miskin itu Musibah Atau Anugrah

Kemiskinan adalah salah satu masalah sosial yang  disebabkan oleh faktor ekonomi. Dengan tingginya garis kemiskinan yang berada di Indonesia menunjukkan Indonesia masih menjadi negara berkembang. Pemerintah masih berupaya untuk melepaskan belenggu kemiskinan dengan berbagai cara apapun. Akan tetapi pada kenyataannya masih tidak dapat mengentaskan kemiskinan itu sendiri. Kategori miskin menurut artikel jurnal Penyelenggaraan Pengukuran Kemiskinan di Badan Pusat Statistik (2018) karya Ahmadriswan Nasution adalah ketidakmampuan untuk memenuhi standar minimum kebutuhan dasar yang meliputi kebutuhan makanan maupun non-makanan. Ya, sebut saja seseorang yang tidak mampu mencukupi kebutuhan primer mereka. kita sebut dalam bahasa yang sudah menjadi trend pemerintahan adalah orang yang tidak mampu, sehingga mereka mendapatkan kompensasi dari pemerintah akibat ketidakmampuan mereka. Dalam pandangan Islam sendiri orang yang tidak mampu dibagi menjadi 2 kategori yaitu Faqir dan Miskin. Faqir ...

Apa Itu Isra Wal Mi'raj

Hari ini adalah yang istimewa bagi umat muslim & muslimah di seluruh dunia tepat pada tanggal 27 Rajab di mulainya perjalanan Nabi Muhammad Saw. Menembus langit sampai pada lapis atau tingkatan ke -7 dan bertemu kepada Tuannya sang Pemilik Alam Semesta untuk mendapatkan perintah yang paling penting dan di rasa mampu untuk umat Rasulullah di dunia dalam perjalan beliau Nabi Muhammad Saw. Tentulah tidak lancar begitu saja ada saja yang membuat Rasulullah naik serta turun kembali sampai mendapat intisari dari perjalanan Isra' Wal Mi'raj yaitu "Sholat". Jika kita merasionalkan Isra' Wal Mi'raj tentulah kita bukan pada level tingkatan itu bahkan tidak bisa kita rasionalkan. Manusia mana yang bisa menembus langit ke - 7 pada zaman itu, yang teknologi pada waktu itu belum secanggih sekarang, dan kenapa beliau nabi Muhammad Saw bisa menembus langit ke -7. Itu menjadi rahasia Allah dan Rasulullah karna Rasulullah adalah kekasih Allah manusia pilihan, ma...