Langsung ke konten utama

Miskin itu Musibah Atau Anugrah

Kemiskinan adalah salah satu masalah sosial yang  disebabkan oleh faktor ekonomi. Dengan tingginya garis kemiskinan yang berada di Indonesia menunjukkan Indonesia masih menjadi negara berkembang. Pemerintah masih berupaya untuk melepaskan belenggu kemiskinan dengan berbagai cara apapun. Akan tetapi pada kenyataannya masih tidak dapat mengentaskan kemiskinan itu sendiri.

Kategori miskin menurut artikel jurnal Penyelenggaraan Pengukuran Kemiskinan di Badan Pusat Statistik (2018) karya Ahmadriswan Nasution adalah ketidakmampuan untuk memenuhi standar minimum kebutuhan dasar yang meliputi kebutuhan makanan maupun non-makanan. Ya, sebut saja seseorang yang tidak mampu mencukupi kebutuhan primer mereka. kita sebut dalam bahasa yang sudah menjadi trend pemerintahan adalah orang yang tidak mampu, sehingga mereka mendapatkan kompensasi dari pemerintah akibat ketidakmampuan mereka.

Dalam pandangan Islam sendiri orang yang tidak mampu dibagi menjadi 2 kategori yaitu Faqir dan Miskin. Faqir adalah orang yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan primernya, adapun miskin adalah orang yang sama sekali tidak memiliki harta untuk memenuhi kebutuhan primernya. Subtansi dari penjelasan dalam pandangan Islam maupun dalam artikel ahmad nasution adalah sama yaitu seseorang yang yang tidak mampu dalam mencukupi kebutuh primer mereka dalam kehidupan sehari-hari.

---

Kita sudahi dahulu penjelasan tentang kemiskinan yang ada, di sini saya melihat ada sisi lain dari kemiskinan yang dapat di jual bagi orang yang memanfaatkan keuntungan untuk dirinya atau organisasi nya sebut sajalah mereka kapitalisme (menganut faham kapital). Yang beranggapan semua yang ada di dunia ini dapat menjadi "UANG" dengan pemanfaatan media sosial sebagai sumber informasi ataupun hiburan. Contoh banyak sekali sekarang media-media televisi yang menayangkan program bantuan kepada orang-orang miskin, menjual kemiskinan untuk dipertontonkan sehingga dapat mendulang keuntungan dengan menaikkan rating acaranya. Dan ada juga yang menjual Disabilitas (keterbatasan fisik) dengan mempertontonkan orang yg terbatas fisiknya sekali lagi untuk mendapatkan keuntungan.

Sedikit saya bercerita sewaktu membuka salah satu platform sosial media yaitu facebook ada tontonan baru yaitu ODGJ sambil bertanya kepada sahabatku tentang apa itu ODGJ ? Sahabatku menjawab " Orang Dalam Ganguan Jiwa" atau sebut saja kasarnya orang gila/tidak waras. Dan akupun berfikir kembali bahwa sekarang pun Orang Gila/tidak waras Saja dapat diambil keuntungannya dengan cara dipertontonkan.

Jadi kemiskinan itu musibah atau anugrah ?

~Wallohua'alam Bhissowab~

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Isra Wal Mi'raj

Hari ini adalah yang istimewa bagi umat muslim & muslimah di seluruh dunia tepat pada tanggal 27 Rajab di mulainya perjalanan Nabi Muhammad Saw. Menembus langit sampai pada lapis atau tingkatan ke -7 dan bertemu kepada Tuannya sang Pemilik Alam Semesta untuk mendapatkan perintah yang paling penting dan di rasa mampu untuk umat Rasulullah di dunia dalam perjalan beliau Nabi Muhammad Saw. Tentulah tidak lancar begitu saja ada saja yang membuat Rasulullah naik serta turun kembali sampai mendapat intisari dari perjalanan Isra' Wal Mi'raj yaitu "Sholat". Jika kita merasionalkan Isra' Wal Mi'raj tentulah kita bukan pada level tingkatan itu bahkan tidak bisa kita rasionalkan. Manusia mana yang bisa menembus langit ke - 7 pada zaman itu, yang teknologi pada waktu itu belum secanggih sekarang, dan kenapa beliau nabi Muhammad Saw bisa menembus langit ke -7. Itu menjadi rahasia Allah dan Rasulullah karna Rasulullah adalah kekasih Allah manusia pilihan, ma...

UP TREND & DOWNTREND

Apa yang menjadi Up trend & Down trend ? Yah, semenjak memasuki era covid-19 ekonomi masyarakat Indonesia mulai melemah dan bisa dianggap lemah dibuktikan dengan daya beli masyarakat yang mulai menurun. adapun dalam analisa saya hanya mengulas pada 3 faktor yang menjadi trend melemahnya daya beli masyarakat yang ke 1.Kebijakan pemerintah Lockdown. Lockdown sendiri dari segi bahasa merupakan karantina wilayah adapun secara istilah adalah penerapan karantina terhadap suatu daerah atau wilayah tertentu dalam rangka mencegah perpindahan orang, baik masuk maupun keluar wilayah tersebut, untuk tujuan tertentu yang mendesak (Wikipedia). Sebuah kebijakan yang mempunyai impact besar terhadap ekonomi masyarakat pada wilayah yang mendapat kebijakan lockdown. masyarakat yang belum siap dalam keadaan ekonominya menerima kebijakan pemerintah akan collaps ( jatuh ) dalam ekonomi. 2. Fobia Masyarakat. Kata phobia dalam bahasa kedokteran adalah suatu penyakit gangguan kecemasan. Ada...